Make your own free website on Tripod.com

BOM - PAI UNISBA

Profil Kami

Home | Serba Serbi | Galeri | Profil | Nilai | Contact Us | Event | Newsletter | Links

Sejarah BOM-PAI (Era tahun 1980-an dan 1990-an)

Sebelum terbentuknya tim mentoring, gerakan Islamisasi di kampus Unisba telah dilakukan oleh beberapa lembaga da’wah. Untuk gerakan Islamisasi di tingkat mahasiswa diwakili oleh DKM Al-Asy’ari, dan untuk tingkat birokrasi serta dosen diwakili oleh Pusat Da’wah Unisba. Pada   waktu itu suasana kehidupan kampus yang Islami di kampus Unisba masih terlihat kental, baik di tingkat mahasiswa maupun dosen. Namun kehidupan yang Islami itu tercemar oleh beberapa kelompok yang melakukan gerakn-gerakan ke-Islaman secara radikal, separatisme, dan sektarian. Gerakan-gerakan ke-Islaman yang bersifat radikal telah menjadikan kampus sebagai basis pengkaderan untuk merekrut mahasiswa-mahasiswa menjadi anggota gerakan tersebut.

Secara umum terdapat dua faktor yang mengilhami berdirinya tim mentoring, yaitu :

1.         Faktor intern, yaitu adanya semangat dari mahasiswa untuk menyemarakkan gerakan ke-Islaman di kampus sekaligus menetralisir gerakan-gerakan ke-Islaman yang bersifat radikal.

2.         Faktor ekstern, yaitu adanya gerakan tiga poros antara Bandung, Bogor, dan Jakarta yang melahirkan semangat Islamisasi ilmu pengetahuan dan teknologi.

Berangkat dari keadaan tersebut, tercetuslah ide untuk membentuk wadah yang menampung gerakan ke-Islaman di kampus oleh beberapa aktivis mahasiswa muslim yang aktif di DKM Al-Asy’ari dan Badan Pelaksana Kegiatan Mahasiswa (semacam lembaga kemahasiswaan). Pada pertengahan tahun 1993, terbentuklah tim mentoring sebagai manifestasi dari ide tersebut, dengan mengusung ide dasar Islamisasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang bertujuan untuk meningkatkan ilmu, iman dan amal di kalangan mahasiswa, dengan melakukan kajian-kajian ke-Islaman yang independen. Tim mentoring ini berfungsi sebagai pusat pengembangan nilai-nilai ke-Islaman yang spesifik, berkaitan dengan pembekalan nilai-nilai dasar. Dalam konteks kelembagaan, tim mentoring ada di dalam struktur DKM Al-Asy’ari di bawah departemen kajian ke-Islaman.

Pada awal pelaksanaannya, kegiatan mentoring ditujukan untuk seluruh mahasiswa dan bersifat tidak mengikat. Didukung dengan suasana ke-Islaman yang mesih kental, kegiatan mentoring mendapat sambutan yang cukup baik sehingga animo mahasiswa untuk mengikuti kegiatan mentoring ini sangat besar.

Pada tingkat birokrasi, kehadiran tim mentoring ini segera direspon. Hal ini terbukti dengan dikaitkannya mentoring dengan PAI I oleh beberapa dosen sebagai bahan pertimbangan bagi kelulusan PAI I, walaupun tidak ada himbauan atau kebijakan dari ketua MKDU. Pada perkembangan selanjutnya, sekitar awal tahun 1994, keterkaitan kegiatan mentoring dengan PAI I secara resmi disepakati oleh para dosen pada rapat dosen PAI.

Hubungan kerja antara tim mentoring dengan MKDU bersifat fungsional, bukan instruksional, sehingga tidak mengurangi independensi dan otonomi pengurus mentoring, karena DKM Al-Asy’ari dengan MKDU adalah dua lembaga yang memiliki garis koordinasi yang berbeda. DKM Al-Asy’ari ada di bawah koordinasi Majelis Pembina Kegiatan Masjid yang dipimpin oleh Rektor, sedangkan MKDU ada di bawah koordinasi Pembantu Rektor I.

Pada permulaan pelaksanaan kegiatan mentoring yang telah dikaitkan dengan mata kuliah PAI, memang mengalami pelbagai kendala, terutama kesiapan dari pengurus mentoring dalam mengelola seluruh mahasiswa baru minus fakultas dirosah yang jumlahnya relatif besar, sebab kegiatan mentoring ini telah menjadi kegiatan yang wajib diikuti oleh mahasiswa baru non dirosah.

Dengan berbekal semangat dan tanggung jawab akan pentingnya kegiatan ini, mentoring dilaksanakan secara serentak mulai tahun ajaran 1984/1985. Pada waktu itu, sarana dan pra sarana hanya seadanya sehingga belum sempat merumuskan konsepsi dasar dan umum mengenai kegiatan mentoring ini. Materi yang disampaikan hanya diisi dengan pengajaran baca tulis Al-Qur’an dan cara mengerjakan shalat yang baik. Dengan dikaitkannya kegiatan mentoring dengan mata kuliah PAI, pada tahun 1986 nama tim mentoring diubah menjadi Pelaksana Mentoring Pendidikan Agama Islam, yang disingkat dengan PM PAI Unisba.

Setelah terjadi pergantian pejabat rektor dari Dr. Bagir Manan kepada Let.Jend. (Purnawirawan) Ahmad Tirto Sudiro, struktur PM PAI tidak lagi berada di Masjid Al-Asy’ari, tetapi masuk ke struktur Senat Mahasiswa menjadi unit kegiatan mahasiswa (UKM), sehubungan dengan dikeluarkannya kebijakan rektor tentang organisasi kemahasiswaan yang menentukan bahwa seluruh organisasi kemahasiswaan yang melibatkan mahasiswa harus berada di dalam struktur SEMA. Pada perkembangan selanjutnya, terjadi kevakuman organisasi sekitar tahun 1987 sampai dengan 1989, karena adanya rehabilitasi besar-besaran dan pembangunan kampus Unisba semasa Rektor dijabat Bapak Ahmad Tirto Sudiro.

Memasuki tahun 1990, dinamika kegiatan mahasiswa beserta lembaga kemahasiswaan mulai nampak kembali bergairah. Kehidupan organisasi PM PAI kembali dihidupkan. Salah satu peninggalan dari usaha dan jerih payah pengurus saat itu adalah ruangan yang menjadi sekretariat PM PAI, yang menambah semangat pengurusnya untuk bekerja.

Pada tahun kepengurusan 1997/1998 materi lebih divariasikan karena ada keluhan dari para peserta mentoring terhadap materi-materi mentoring yang diberikan. Materinya dianggap membosankan, maka untuk itu disusunlah sebuah buku panduan ke-Islaman yang berisi materi-materi tambahan di luar baca tulis Al-Qur’an dan ibadah praktis. Dengan materi tambahan tersebut diharapkan akan dapat memotivasi peserta mentoring untuk bersungguh-sungguh mendalami Islam. Pemberian materi tambahan ini dianggap sesuatu yang urgen, sebab ketika seorang mahasiswa belum memiliki pemahaman dan keyakinan terhadap dasar-dasar Islam, kemudian ‘dipaksakan’ untuk mengerjakan shalat dan membaca Al-Qur’an, kadang-kadang timbul penolakan. Pada awalnya, ide untuk membuat materi tambahan ini ditolak oleh pihak LPPKID dengan alasan bahwa materi-materi itu tidak relevan dengan misi kegiatan mentoring dan telah diberikan oleh dosen-dosen PAI di dalam kelas.

Pada tahun 1998 itu pula, PM PAI berubah menjadi lembaga kemahasiswaan yang independen, namun berubah kembali menjadi UKM tahun 2001, sehubungan dengan statuta organisasi di Unisba.

Sejarah BOM-PAI (Era 2000-an)

Pada Musyawarah Besar PH-PPKM Al-Asy’ari Unisba ke-XVII (kalau gak salah…..) tahun jihad 2000-2001 yang berlangsung di Kampus II Ciburial, BOMPAI yang kala itu masih berstatus Badan Otonom (Badan Otonom Mentoring PAI) di bawah Manajemen Organisasi PH-PPKM Al-Asy’ari resmi berpisah membentuk Lembaga Kemahasiswaan baru dengan nama Badan Operasional Mentoring PAI yang berkedudukan di bawah koordinasi PR III (Bag Kemahasiswaan) dengan status sebagai UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa).

Ada beberapa landasan historis yang menyebabkan BOMPAI menjadi mandiri (baca : berpisah dengan PH-PPKM Al-Asy’ari) antara lain :

1.       Sudah dipastikan bahwa perpisahan itu bukan karena adanya conflct antara kedua lembaga.

2.       Semakin meluasnya garapan da’wah di Unisba sehingga membutuhkan lembaga-lembaga yang focus pada sasarannya masing-masing. Dalam hal ini PH-PPKM Al-Asy’ari memfocuskan diri pada Syiar Islam yang lebih luas kepada seluruh civitas akademika Unisba, sedangkan BOM-PAI memfokuskan diri pada pembinaan ke-Islaman Mahasiswa Baru.

3.       Terus bertambahnya jumlah pengurus dari tahun ke tahun, sehingga membutuhkan wadah baru untuk beraktifitas.

            Selepas berpisah dengan PH-PPKM Al-Asy’ari, BOM-PAI mulai berkembang yang dari awalnya hanya 2 Departement menjadi 4 Departement Utama.

Sumber :
Arietama Harfi
Sekretaris Umum BOM-PAI UNISBA 2004-2005

Badan Operasional Mentoring - Pendidikan Agama Islam
Universitas Islam Bandung
Jl. Tamansari No. 1 Bandung 40116
Telp. (022) 4203368 (Hunting)